INDONESIA JAYA DENGAN KORUPSI

 

INDONESIA JAYA DENGAN KORUPSI

(KEIMANAN,ORGANISASI ANTI KORUPSI, REHABILITASI MENTAL,USAHA PEMERINTAH,PENDIDIKAN ANTI KORUPSI,SADAR DIRI,IDEA FLUENCY)

Azmizar Mahasiswa STAI Natuna PRODI KPI

Korupsi memang merupakan problematika yang cukup pelik yang melilit dan menghinggap di hampir seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Bagi telinga rakyat Indonesia bukanlah hal yang asing bahwa teriakan-teriakan aksi untuk pemberantasan korupsi mulai bergema kencang. Berbagai upaya telah dilakukan guna mencegah dan menghilangkan praktek korupsi di Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini. Namun realitasnya, korupsi tetap saja menjamur. Bahkan di era otonomi daerah sekarang ini, korupsi sudah menyebar di berbagai daerah lokal. Pada tingkatan birokrat pusat pun korupsi menyebar luas.Mengingat bahwa korupsi sudah berada pada stadium “akut”, maka untuk menyelamatkan generasi mendatang perlu adanya upaya cara mengantisipasinya. Salah satu strategi yang bisa kita tanamkan dalam diri generasi sekarang yang bisa dilakukan untuk memerangi korupsi adalah dengan KORUPSI ( Keimanan, Organisasi anti korupsi, Rehabilitasi Akhlak, Usaha Pemerintah, Pendidikan Anti Korupsi, Sadar diri, Idea Fluency.)

Pertama,”K” keimanan merupakan sesuatu yang utama yang harus ditanamkan oleh setiap umat, baik itu Islam, Kristen, Hindu, Budha maupun Kong hu chu harus ada ditanamkan iman atau kepercayaan kepada tuhannya. Dengan begitu ia akan berpikir lebih jauh sebelum melakukan suatu tindakan Korupsi. Oleh karena itu perlu adanya Aktualisasi  kembali nilai-nilai keagamaan yang berkaitan dengan tindak kegiatan korupsi. Supaya tercipta pengabdi-pengabdi bangsa yang bersih dan suci dalam mengemban amanah yang telah diberikan kepada kita.

Kedua, “O” organisasi anti korupsi. Perlu kita tingkatkan sebagai wadah atau tempat bagi kita untuk membagi pengetahuan tentang bahaya tindak korupsi dan pemahaman masyarakat tentang korupsi. Dan menjadi tempat penampung bagi orang-orang yang anti terhadap kegiatan korupsi. Ini sebagai pendudung bagi pihak KPK dalam melaksanakan tugasnya agar pemerintah lebih tegas lagi dalam hal orang-orang yang melakukan tindak korupsi. Karena seperti yang kita lihat saat ini banyak tindak korupsi yang Cuma hangat diawal saja dan pada ujung-ujung nya menjadi senyap sunyi seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan banyak kasus yang belum terkupas semuanya. Maka perlu Organisasi anti korupsi ini kita tingkat untuk menjadi penekan atau penyemangat pemerintah dalam pemberantaan korupsi.

Ketiga,”R” rehabilitasi akhlak ini merupakan sesuatu yang penting juga untung kita renungkan bersama seperti yang kita lihat pelaku tindak korupsi yang sudah terjaring oleh penyidik KPK seperti tidak ada malunya atau tidak adanya rasa bersalah dalam diri mereka karena telah memakan uang rakyat tersebut. Malah mereka ada yang masih bisa hidup nyaman walaupun berada di tahanan seperti yang terkenal seperti gayus tambunan yang masih bisa nongkrong-nongkrong asyik ke Bali. Nah itu menjadi pertanyaan besar kita dimanakah akhlak mereka sebagai orang yang berilmu atau beragama? Ini merupakan renungan juga bagi kita pentingnya rehabilitasi akhlak dalam diri kita ini. Jadi jangan hanya orang yang terjaring narkoba saja ada rehabilitasi tetapi juga pelaku korupsi ini perlu juga di rehab karena mereka sudah menjadi pecandu atau penikmat uang-uang rakyat.

Keempat, “U” usaha pemerintah. Merupakan sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri bahwa  pemerintah lah perlu bekerja keras untuk menindak lebih keras lagi. Karena seberapa besar kita berkomentar keras tentang korupsi ini kalau tidak adanya upaya yang nyata yang dilakukan pemerintah itu tidak akan ada apanya. Oleh karena itu kita harus selalu mendukung setiap upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kita walaupun sekarang masih belum nampak hasilnya tetapi di masa-masa yang akan datang pasti korupsi ini akan bisa di bumi hanguskan di negeri kita tercinta ini.

Kelima, “P” pendidikan anti korupsi oleh beberapa lembaga pendidikan. Ini salah satu upaya pemerintah menananmkan nilai-nilai anti korupsi dari usia muda dengan cara menyisipkan pendidikan anti korupsi ini di mata pelajaran di setiap lembaga pendidikan di Indonesia. Dan ini perlu kita tingkatkan lagi supaya pendidikan anti korupsi ini bisa tertanam di diri anak-anak penerus bangsa untuk kedepannya. Usaha pemerintah ini perlu kita dukung.

Keenam,“S” sadar diri. Dari sekian banyak upaya dan usaha yang kita yang kita lakukan kalau tidak kita landasi dengan kesadaran diri maka itu percuma saja.maka dari itu penanaman anti korupsi itu harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing sebagai benteng penguat untuk kita agar terhindar dari perbuatan atau godaan untuk melakukan korupsi.

Terakhir,”I” idea Fluency atau mampu menciptakan ide alternatif untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu forum-forum diskusi yang berkaitan korupsi ini perlu kita tingkatkan untuk supaya tercipta ide-ide yang membangun untuk memecahklan masalah korupsi ini. Karena negeri kita ini perlu orang-orang kreatif atau pemikir handal dan objektif dalam hal menyampaikan suatu ide atau gagasannya jangan menjadi pemikir atau orang kreatif yang memiliki sifat seperti kata pepatah ada udang dibalik batu.

 

Musyawarah Besar (MUBES) MAPALA STAI Natuna Lahirkan Pengurus Baru

Ranai (10/03/2018) – Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA)  STAI Natuna telah menyelesaikan musyawarah besar (MUBES) pada hari Sabtu (10/03/2018).

Musyawarah merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan umum. kebijakan-kebijakan organisasi pun lebih adil dan bijka jika dilakukan melalui proses musyawarah. Termasuk memilih dan menetapkan  seorang pemimpin.

Mubes sendiri adalah Forum tertinggi yang ada di MAPALA STAI Natuna, selain itu Mubes juga menjadi ajang evaluasi pertanggung jawaban kepengurusan MAPALA sebelumnya, sekaligus mengakhiri masa kepengurusan sebelumnya dan digantikan oleh kepengurusan selanjutnya.

Hasil dari Mubes itu sendiri adalah terpilihnya ketua 1 dan ketua 2 yang baru periode 2018-2019 yaitu Azmizar M-SN.16.V.148 dan ketua 2 yaitu Usman M-SN.16.V.163. Dimana Azmizar merupakan Ketua 1 MAPALA STAI Natuna Periode 2017-2018 dan dipercaya untuk memimpin MAPALA Selama 2 Periode. Untuk ketua 2 merupakan pengurus inti periode 2017-2018 yang di percaya untuk mendapingi ketua 1 untuk periode 2018-2019.

Dalam orasinya Izar mengatakan “Visi nya adalah melanjutkan apa yang menjadi programnya periode lalu dan berusaha menjadikan MAPALA unggul dalam keorganisasisan dan keislaman, sedangkan Usman sebagai ketua 2 mengaharapkan untuk periode 2018-2019 MAPALA menjadi lebih baik dan mengharapak dukungan dari para anggota agar selalu kompak untuk MAPALA STAI Natuna”.

setelah terpilihnya ketua MAPALA baru yang diberikan kepercayaan untuk memimpin kepengurusan periode 2018-2019. Kemudian sebagai ketua 1 mempunyai kewajiban untuk memilih dewan pengurus struktural maupun fungsional yang berkompeten dibidangnya.

karena pada dasarnya sehebat apapun pemimpin tidak akan sempurna tanpa adanya bidang-bidang dibawahnya yang membantu menjalankan kepemimpinan roda organisasi.

Tugas selanjutnya dari Ketua 1 dan Ketua 2 yaitu menyusun program kerja selama satu periode kedepan, dan menjalankan roda organisasi menuju ke arah yang lebih baik serta terus berkontribusi aktif dan positif bagi organisasi, dan Kampus STAI Natuna.

SALAM LESTARI!