All posts by admin

Lemabaga Dakwah Kampus (LDK) Peringati Isra & Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H

Ranai (Selasa, 17/04/2018)Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAI Natuna Peringati Isra & Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H bersama Dr. Soni Trison Dosen Istitut Pertanian Bogor sekaligus peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) STAI Natuna.

Foto bersama Ketua STAI Natuna dengan Dr. Soni Trison dan Anggota LDK

Makna peringatan Isra Mi’raj adalah mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yerusalem menuju ke langit ketujuh. Umat Islam percaya bahwa Muhammad diangkat ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat.

Isra Mi’raj adalah perayaan yang jatuh pada bulan Rajab tanggal 27. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada tanggal 14 April 2018.

Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj yang jatuh pada Sabtu 14 April 2018 lalu, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAI Natuna mengadakan peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H bersama Dr. Soni Trison dosen Institut Pertanian Bogor sekaligus peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) STAI Natuna pada Selasa (17/4) malam. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kampus STAI Natuna itu diramaikan oleh para mahasiswa/i STAI Natuna yang sangat antusias pada kegiatan tersebut. Tidak hanya mahasiswa mulai dari Ketua STAI hingga para dosen juga menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh LDK itu.

Dalam sambutannya Ketua STAI Natuna, H. Kartubi S.E.,M.E.I mengungkapkan dengan kegiatan ini kita selaku umat muslim, terkhususnya mahasiswa/i STAI Natuna agar bisa mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu momen sebagai pondasi bagi kita agar selalu tawakal kepada Allah SWT dan Agama Islam ini. Juga beliau menambahkan dengan mendapatkan sedikit renungan dari Dr. Soni Trison yang menjadi narasumber pada malam itu setidaknya sebagai mahasiswa juga bisa menrealisasikan apa yang menjadi tujuan kita bersama tentunya untuk pendidikan dan agama ungkap beliau sekalgus meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) STAI Natuna.

Kegiatan yang di isi langsung oleh narasumber Dosen Institut Pertanian Bogor itu mendapat sambutan hangat dari Dosen dan para Mahasiswa, pasalnya dosen yang langsung datang dari Jakarta ini membawa angin segar kepada masyarakat Natuna khususnya calon mahasiswa/i asal Natuna, dimana beliau memberikan sosialiasasi tentang beasiswa yang akan diberikan kepada adik-adik asal Natuna yang ingin melanjutkan kuliah khususnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tidak hanya berita baik bagi masyarakat Natuna, Dosen yang sering di sapa Pak Soni inipun mengajak bekerjasama dengan pihak kampus STAI Natuna dalam rangka memajukan dunia pendidikan khususnya untuk memajukan lembaga pendidikan yang ada di Natuna.

Muhammad Arif selaku Ketua LDK tahun akademik 2018-2019  dalam sambutannya sangat senang karena kedatangan dosen dari institut pertanian bogor ini, karena momen yang pas dengan isra mi’raj. Dalam sambutannya ia juga berpesan kepada mahasiswa/i STAI Natuna dan pada masyarakat Natuna pada umumnya sebagai mahasiswa harus ikut andil dalam mempromosikan wisata Natuna ungkapnya. “Saya memiliki data dan fakta yaitu ada salah satu akun instagram untuk mempromosikan wisata Natuna memajang foto seorang turis yang berpakaian minim atau tidak layak. Kalau tidak dibendung, bukan tidak mungkin akan masuknya budaya-budaya asing, dan menyebabkan lunturnya budaya kite, saya tidak mau budaya melayu hilang di tanah melayu”. Lanjut Arif ketika memberikan sambutan.

Jupri selaku ketua Pelakasana mengungkapkan tujuan pelaksanaan kegiatan Isra Mi’raj kali ini adalah untuk mengetahui esensi dari Isra’ Mi’raj dan meningkatkan kreatifitas sebagai mahasiswa ungkapnya.

Harapan dari kegiatan ini agar mahasiswa/i lebih aktif dan kreatif kedepan dan peka terhadap masalah-masalah sosial dan keagamaan, selalu semangat tentang keagamaannya meningkat agar muncul generasi-generasi rabbani demi terciptanya suasana kampus yang islami, sesuai dengan visi dari LDK ungkap Muhammad Arif saat di wawancari Selasa (14/4) di Aula Kampus STAI Natuna. (usmn)

KULIAH UMUM DAN MoU STAI NATUNA DENGAN KEMENTERIAN AGAMA RI

Demi pengembangan kajian khazanah keagamaan di Natuna, STAI Natuna mengadakan kegiatan kuliah umum dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna dengan PUSLITBANG Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI oleh Dr. Muhammad Zain, M.Ag. kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus STAI Natuna.

Penandatanganan Mou oleh Dr. Muhammad Zain, M.Ag., dengan Ketua STAI Natuna H. Kartubi, SE.,M.EI.,

Kegiatan yang bertema pengembangan kajian khazanah keagamaan Nusantara tersebut di hadiri oleh LEKTUR Khazanah keagamaan RI, segenap civitas akademika STAI Natuna dan juga dihadiri oleh kepala Dinas Pendidikan kabupaten Natuna serta dihadiri oleh kementerian Agama Kabupaten Natuna dan juga dihadiri ketua MUI Kabupaten Natuna. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada (22/03/2018) malam. Kegiatan MOU tersebut bertujuan untuk melakukan penulisan buku  terkait dengan sejarah islam masuk di Natuna.

Kegiatan tersebut diawali dengan tarian persembahan dari sanggar tapak melayu STAI Natuna dan dilanjutkan Pembacaan ayat suci Al-quran  kemudian dilanjutkan  sambutan Ketua STAI Natuna. Dalam sambutannya Ketua STAI Natuna mengatakan bahwa kegiatan kuliah umum dan penandatangan MoU ini sudah lama di rencanakan tetapi karena sesuatu hal baru sekarang bisa dilaksanakan. Dan beliau mengatakan banyak terima kasih kepada bapak Muhammad Zain yang sudah berkenan hadir di Natuna untuk melakukan MoU terkait dengan penulisan buku Sejarah masuknya islam di Natuna yang nanti akan dilakukan penelitian-penelitian bukti sejarah peradaban islam di Natuna.

Kuliah Umum oleh Dr. Muhammad Zain, M.Ag.

Dr. Muhammad Zain M.Ag selaku LEKTUR Khazanah Kegamaan kementerian Agama RI mengatakan dalam sambutannya bahwa Natuna sangat jauh sekali dan itu sangat luar biasa sekali menurut saya. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa itu untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi kerena untuk zaman sekarang tidak susah lagi. Menurut beliau sekarang sudah banyak beasiswa-beasiswa yang bisa di ikuti oleh mahasiswa untuk melanjutkan kuliahnya oleh karena itu harus terus-menerus berusaha dan jangan menyerah untuk mencari ilmu karena menurut bapak Muhammad Zain untuk menciptakan suatu daerah yang golongan kelas menengah keatasnya lebih tinggi diperlukan sarjana-sarjana yang berkualitas.

Kemudian lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kegiatan khazanah keagamaan ini bertujuan untuk memperteguh keislaman di Indonesia oleh karena itu dilakukan kerjasama dengan Natuna karena Natuna ini memiliki sejarah keagamaan yang tinggi karena menurutnya sejarah Islam di Natuna ini merupakan sejarah Islam yang damai bukan Islam yang masuk karena perang. Dan beliau berharap bahwa penelitian yang akan dilakukan ini akan cepat dilaksanakan dan akan dicetak dan disebarluaskan. Jadi menurutnya Natuna ini penting bagi bangsa Indonesia karena untuk membentengi NKRI.(AZ)

INDONESIA JAYA DENGAN KORUPSI

 

INDONESIA JAYA DENGAN KORUPSI

(KEIMANAN,ORGANISASI ANTI KORUPSI, REHABILITASI MENTAL,USAHA PEMERINTAH,PENDIDIKAN ANTI KORUPSI,SADAR DIRI,IDEA FLUENCY)

Azmizar Mahasiswa STAI Natuna PRODI KPI

Korupsi memang merupakan problematika yang cukup pelik yang melilit dan menghinggap di hampir seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Bagi telinga rakyat Indonesia bukanlah hal yang asing bahwa teriakan-teriakan aksi untuk pemberantasan korupsi mulai bergema kencang. Berbagai upaya telah dilakukan guna mencegah dan menghilangkan praktek korupsi di Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini. Namun realitasnya, korupsi tetap saja menjamur. Bahkan di era otonomi daerah sekarang ini, korupsi sudah menyebar di berbagai daerah lokal. Pada tingkatan birokrat pusat pun korupsi menyebar luas.Mengingat bahwa korupsi sudah berada pada stadium “akut”, maka untuk menyelamatkan generasi mendatang perlu adanya upaya cara mengantisipasinya. Salah satu strategi yang bisa kita tanamkan dalam diri generasi sekarang yang bisa dilakukan untuk memerangi korupsi adalah dengan KORUPSI ( Keimanan, Organisasi anti korupsi, Rehabilitasi Akhlak, Usaha Pemerintah, Pendidikan Anti Korupsi, Sadar diri, Idea Fluency.)

Pertama,”K” keimanan merupakan sesuatu yang utama yang harus ditanamkan oleh setiap umat, baik itu Islam, Kristen, Hindu, Budha maupun Kong hu chu harus ada ditanamkan iman atau kepercayaan kepada tuhannya. Dengan begitu ia akan berpikir lebih jauh sebelum melakukan suatu tindakan Korupsi. Oleh karena itu perlu adanya Aktualisasi  kembali nilai-nilai keagamaan yang berkaitan dengan tindak kegiatan korupsi. Supaya tercipta pengabdi-pengabdi bangsa yang bersih dan suci dalam mengemban amanah yang telah diberikan kepada kita.

Kedua, “O” organisasi anti korupsi. Perlu kita tingkatkan sebagai wadah atau tempat bagi kita untuk membagi pengetahuan tentang bahaya tindak korupsi dan pemahaman masyarakat tentang korupsi. Dan menjadi tempat penampung bagi orang-orang yang anti terhadap kegiatan korupsi. Ini sebagai pendudung bagi pihak KPK dalam melaksanakan tugasnya agar pemerintah lebih tegas lagi dalam hal orang-orang yang melakukan tindak korupsi. Karena seperti yang kita lihat saat ini banyak tindak korupsi yang Cuma hangat diawal saja dan pada ujung-ujung nya menjadi senyap sunyi seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan banyak kasus yang belum terkupas semuanya. Maka perlu Organisasi anti korupsi ini kita tingkat untuk menjadi penekan atau penyemangat pemerintah dalam pemberantaan korupsi.

Ketiga,”R” rehabilitasi akhlak ini merupakan sesuatu yang penting juga untung kita renungkan bersama seperti yang kita lihat pelaku tindak korupsi yang sudah terjaring oleh penyidik KPK seperti tidak ada malunya atau tidak adanya rasa bersalah dalam diri mereka karena telah memakan uang rakyat tersebut. Malah mereka ada yang masih bisa hidup nyaman walaupun berada di tahanan seperti yang terkenal seperti gayus tambunan yang masih bisa nongkrong-nongkrong asyik ke Bali. Nah itu menjadi pertanyaan besar kita dimanakah akhlak mereka sebagai orang yang berilmu atau beragama? Ini merupakan renungan juga bagi kita pentingnya rehabilitasi akhlak dalam diri kita ini. Jadi jangan hanya orang yang terjaring narkoba saja ada rehabilitasi tetapi juga pelaku korupsi ini perlu juga di rehab karena mereka sudah menjadi pecandu atau penikmat uang-uang rakyat.

Keempat, “U” usaha pemerintah. Merupakan sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri bahwa  pemerintah lah perlu bekerja keras untuk menindak lebih keras lagi. Karena seberapa besar kita berkomentar keras tentang korupsi ini kalau tidak adanya upaya yang nyata yang dilakukan pemerintah itu tidak akan ada apanya. Oleh karena itu kita harus selalu mendukung setiap upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kita walaupun sekarang masih belum nampak hasilnya tetapi di masa-masa yang akan datang pasti korupsi ini akan bisa di bumi hanguskan di negeri kita tercinta ini.

Kelima, “P” pendidikan anti korupsi oleh beberapa lembaga pendidikan. Ini salah satu upaya pemerintah menananmkan nilai-nilai anti korupsi dari usia muda dengan cara menyisipkan pendidikan anti korupsi ini di mata pelajaran di setiap lembaga pendidikan di Indonesia. Dan ini perlu kita tingkatkan lagi supaya pendidikan anti korupsi ini bisa tertanam di diri anak-anak penerus bangsa untuk kedepannya. Usaha pemerintah ini perlu kita dukung.

Keenam,“S” sadar diri. Dari sekian banyak upaya dan usaha yang kita yang kita lakukan kalau tidak kita landasi dengan kesadaran diri maka itu percuma saja.maka dari itu penanaman anti korupsi itu harus kita tanamkan dalam diri kita masing-masing sebagai benteng penguat untuk kita agar terhindar dari perbuatan atau godaan untuk melakukan korupsi.

Terakhir,”I” idea Fluency atau mampu menciptakan ide alternatif untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu forum-forum diskusi yang berkaitan korupsi ini perlu kita tingkatkan untuk supaya tercipta ide-ide yang membangun untuk memecahklan masalah korupsi ini. Karena negeri kita ini perlu orang-orang kreatif atau pemikir handal dan objektif dalam hal menyampaikan suatu ide atau gagasannya jangan menjadi pemikir atau orang kreatif yang memiliki sifat seperti kata pepatah ada udang dibalik batu.

 

Musyawarah Besar (MUBES) MAPALA STAI Natuna Lahirkan Pengurus Baru

Ranai (10/03/2018) – Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA)  STAI Natuna telah menyelesaikan musyawarah besar (MUBES) pada hari Sabtu (10/03/2018).

Musyawarah merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan umum. kebijakan-kebijakan organisasi pun lebih adil dan bijka jika dilakukan melalui proses musyawarah. Termasuk memilih dan menetapkan  seorang pemimpin.

Mubes sendiri adalah Forum tertinggi yang ada di MAPALA STAI Natuna, selain itu Mubes juga menjadi ajang evaluasi pertanggung jawaban kepengurusan MAPALA sebelumnya, sekaligus mengakhiri masa kepengurusan sebelumnya dan digantikan oleh kepengurusan selanjutnya.

Hasil dari Mubes itu sendiri adalah terpilihnya ketua 1 dan ketua 2 yang baru periode 2018-2019 yaitu Azmizar M-SN.16.V.148 dan ketua 2 yaitu Usman M-SN.16.V.163. Dimana Azmizar merupakan Ketua 1 MAPALA STAI Natuna Periode 2017-2018 dan dipercaya untuk memimpin MAPALA Selama 2 Periode. Untuk ketua 2 merupakan pengurus inti periode 2017-2018 yang di percaya untuk mendapingi ketua 1 untuk periode 2018-2019.

Dalam orasinya Izar mengatakan “Visi nya adalah melanjutkan apa yang menjadi programnya periode lalu dan berusaha menjadikan MAPALA unggul dalam keorganisasisan dan keislaman, sedangkan Usman sebagai ketua 2 mengaharapkan untuk periode 2018-2019 MAPALA menjadi lebih baik dan mengharapak dukungan dari para anggota agar selalu kompak untuk MAPALA STAI Natuna”.

setelah terpilihnya ketua MAPALA baru yang diberikan kepercayaan untuk memimpin kepengurusan periode 2018-2019. Kemudian sebagai ketua 1 mempunyai kewajiban untuk memilih dewan pengurus struktural maupun fungsional yang berkompeten dibidangnya.

karena pada dasarnya sehebat apapun pemimpin tidak akan sempurna tanpa adanya bidang-bidang dibawahnya yang membantu menjalankan kepemimpinan roda organisasi.

Tugas selanjutnya dari Ketua 1 dan Ketua 2 yaitu menyusun program kerja selama satu periode kedepan, dan menjalankan roda organisasi menuju ke arah yang lebih baik serta terus berkontribusi aktif dan positif bagi organisasi, dan Kampus STAI Natuna.

SALAM LESTARI!