Category Archives: Berita SKM

HMPIAUD selenggarakan Seminar Education dengan Tema “Mewujudkan Pendidik PAUD Yang Profesional dan Amanah”

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMPIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menyelenggarakan Seminar Education dengan Tema “Mewujudkan Pendidik PAUD Yang Profesional dan Amanah” di Ruang Aula Lantai Empat Gedung Utama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna pada hari sabtu 20 Oktober 2018. Acara ini dihadiri oleh  H. Umar Natuna, S.Ag.,M.Pd.I. selaku Pembina Yayasan Abdi Umat, H. Amirudin, MPA selaku Ketua I Bidang Akademik, Dallah, S.E.,M.E selaku Ketua Prodi PIAUD, Dosen-dosen STAI Natuna, Perwakilan Setiap Organisasi di STAI Natuna, Mahasiswa PIAUD STAI Natuna, Kepala TK / PGRA Se-Kabupaten Natuna, dan Sumarni, S.Psi., M.Psi., Psikolog Selaku Narasumber.

Dalam laporannya ketua pelaksana memaparkan tentang kegiatan Seminar Education yang diadakan oleh HMPIAUD STAI Natuna. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesional guru yang amanah, meningkatkan kualitas guru PAUD di Kabupaten Natuna, dan sebagai wadah untuk menambah ilmu pengetahuan khususnya mahasiswa PIAUD.

Ketua Prodi PIAUD dalam sambutannya menjelaskan tentang pentingnya seminar education ini, dan kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh HMPIAUD. Harapannya bagi kepala TK dan PGRA di Kabupaten Natuna menerima mahasiswa PIAUD yang akan ditempatkan saat PPL nantinya.

Ketua I Bidang Akademik dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang bermanfaat ini. Mahasiswa dituntut untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas dengan inisiatif sendiri, pengembangan kompetensi diri diharapkan banyak dilakukan oleh mahasiswa.

Sumarni, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Narasumber, dalam pemaparannya memberi kesimpulan sebagai seorang guru, calon guru, harus memiliki kepribadian supaya bisa menjadi panutan. Kepribadian terlihat pada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, kata-katanya, cara berpakaian, dan cara menghadapi dan mengatasai hambatan. (Zakaria)

Lembaga Dakwah Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna Melakukan Safari Dakwah dan Bakti Sosial di Desa Teluk Buton

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna melakukan Safari Dakwah dan Bakti Sosial dengan Tema “Menjalin Silaturahmi dan Ukhuwwah Islamiah” di Desa Teluk Buton pada hari minggu 21 oktober 2018. Acara ini dilaksanakan di masjid Darussalam Desa Teluk Buton dan dihadiri oleh Said Ali Syahroni, S.Pd.I selaku pembina LDK STAI Natuna, Pengurus dan Anggota LDK STAI Natuna, Pengurus Mesjid Darussalam Desa Teluk Buton, dan masyarakat Desa Teluk Buton. Adapun kegiatan pokok acara ini bakti sosial yaitu membersihkan mesjid dan area sekitar mesjid, kemudian dilanjutkan dengan kajian dan dakwah islam.

Dalam kata sambutannya Pembina LDK STAI Natuna mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Teluk Buton, yang telah menyambut baik acara Safari Dakwah dan Bakti Sosial yang dilaksanakan oleh LDK STAI Natuna ini. Harapannya khusus Pengurus LDK STAI Natuna semoga kegiatan seperti ini tetap berlanjut ditempat-tempat yang lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini, pengurus LDK supaya lebih intens dengan kegiatan-kegiatannya. Kenapa kita pandang perlu?? Karena ini merupakan da’i dan da’iah di Kabupaten Natuna” Ungkap Said Ali Syahroni, S.Pd.I. dalam sambutannya.

Pak Basar selaku pengurus masjid Darussalam dalam sambutannya menyambut baik Safari Dakwah dan Bakti Sosial ini, harapannya LDK tidak jera dan akan kembali berkunjung ke Desa Teluk Buton ini.

Saparudin Anggota LDK yang ditunjuk sebagai penceramah dalam ceramahnya menyampaikan tentang kematian, mengutip dari firman Allah swt dalam Al-Qur’an yang artinya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.

Sebagaimana dikutip dari akun instagram LDK STAI NATUNA “Safari Dakwah dan Bakti Sosial merupakan ikhtiar yang kami lakukan untuk mensyi’arkan agama Islam terutama di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Natuna”. @ldk_stainatun. (Zakaria)

Lemabaga Dakwah Kampus (LDK) Peringati Isra & Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H

Ranai (Selasa, 17/04/2018)Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAI Natuna Peringati Isra & Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H bersama Dr. Soni Trison Dosen Istitut Pertanian Bogor sekaligus peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) STAI Natuna.

Foto bersama Ketua STAI Natuna dengan Dr. Soni Trison dan Anggota LDK

Makna peringatan Isra Mi’raj adalah mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Yerusalem menuju ke langit ketujuh. Umat Islam percaya bahwa Muhammad diangkat ke langit ketujuh untuk menerima perintah shalat.

Isra Mi’raj adalah perayaan yang jatuh pada bulan Rajab tanggal 27. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada tanggal 14 April 2018.

Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj yang jatuh pada Sabtu 14 April 2018 lalu, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAI Natuna mengadakan peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H bersama Dr. Soni Trison dosen Institut Pertanian Bogor sekaligus peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) STAI Natuna pada Selasa (17/4) malam. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kampus STAI Natuna itu diramaikan oleh para mahasiswa/i STAI Natuna yang sangat antusias pada kegiatan tersebut. Tidak hanya mahasiswa mulai dari Ketua STAI hingga para dosen juga menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh LDK itu.

Dalam sambutannya Ketua STAI Natuna, H. Kartubi S.E.,M.E.I mengungkapkan dengan kegiatan ini kita selaku umat muslim, terkhususnya mahasiswa/i STAI Natuna agar bisa mengenang perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu momen sebagai pondasi bagi kita agar selalu tawakal kepada Allah SWT dan Agama Islam ini. Juga beliau menambahkan dengan mendapatkan sedikit renungan dari Dr. Soni Trison yang menjadi narasumber pada malam itu setidaknya sebagai mahasiswa juga bisa menrealisasikan apa yang menjadi tujuan kita bersama tentunya untuk pendidikan dan agama ungkap beliau sekalgus meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) STAI Natuna.

Kegiatan yang di isi langsung oleh narasumber Dosen Institut Pertanian Bogor itu mendapat sambutan hangat dari Dosen dan para Mahasiswa, pasalnya dosen yang langsung datang dari Jakarta ini membawa angin segar kepada masyarakat Natuna khususnya calon mahasiswa/i asal Natuna, dimana beliau memberikan sosialiasasi tentang beasiswa yang akan diberikan kepada adik-adik asal Natuna yang ingin melanjutkan kuliah khususnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tidak hanya berita baik bagi masyarakat Natuna, Dosen yang sering di sapa Pak Soni inipun mengajak bekerjasama dengan pihak kampus STAI Natuna dalam rangka memajukan dunia pendidikan khususnya untuk memajukan lembaga pendidikan yang ada di Natuna.

Muhammad Arif selaku Ketua LDK tahun akademik 2018-2019  dalam sambutannya sangat senang karena kedatangan dosen dari institut pertanian bogor ini, karena momen yang pas dengan isra mi’raj. Dalam sambutannya ia juga berpesan kepada mahasiswa/i STAI Natuna dan pada masyarakat Natuna pada umumnya sebagai mahasiswa harus ikut andil dalam mempromosikan wisata Natuna ungkapnya. “Saya memiliki data dan fakta yaitu ada salah satu akun instagram untuk mempromosikan wisata Natuna memajang foto seorang turis yang berpakaian minim atau tidak layak. Kalau tidak dibendung, bukan tidak mungkin akan masuknya budaya-budaya asing, dan menyebabkan lunturnya budaya kite, saya tidak mau budaya melayu hilang di tanah melayu”. Lanjut Arif ketika memberikan sambutan.

Jupri selaku ketua Pelakasana mengungkapkan tujuan pelaksanaan kegiatan Isra Mi’raj kali ini adalah untuk mengetahui esensi dari Isra’ Mi’raj dan meningkatkan kreatifitas sebagai mahasiswa ungkapnya.

Harapan dari kegiatan ini agar mahasiswa/i lebih aktif dan kreatif kedepan dan peka terhadap masalah-masalah sosial dan keagamaan, selalu semangat tentang keagamaannya meningkat agar muncul generasi-generasi rabbani demi terciptanya suasana kampus yang islami, sesuai dengan visi dari LDK ungkap Muhammad Arif saat di wawancari Selasa (14/4) di Aula Kampus STAI Natuna. (usmn)

KULIAH UMUM DAN MoU STAI NATUNA DENGAN KEMENTERIAN AGAMA RI

Demi pengembangan kajian khazanah keagamaan di Natuna, STAI Natuna mengadakan kegiatan kuliah umum dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna dengan PUSLITBANG Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI oleh Dr. Muhammad Zain, M.Ag. kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus STAI Natuna.

Penandatanganan Mou oleh Dr. Muhammad Zain, M.Ag., dengan Ketua STAI Natuna H. Kartubi, SE.,M.EI.,

Kegiatan yang bertema pengembangan kajian khazanah keagamaan Nusantara tersebut di hadiri oleh LEKTUR Khazanah keagamaan RI, segenap civitas akademika STAI Natuna dan juga dihadiri oleh kepala Dinas Pendidikan kabupaten Natuna serta dihadiri oleh kementerian Agama Kabupaten Natuna dan juga dihadiri ketua MUI Kabupaten Natuna. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada (22/03/2018) malam. Kegiatan MOU tersebut bertujuan untuk melakukan penulisan buku  terkait dengan sejarah islam masuk di Natuna.

Kegiatan tersebut diawali dengan tarian persembahan dari sanggar tapak melayu STAI Natuna dan dilanjutkan Pembacaan ayat suci Al-quran  kemudian dilanjutkan  sambutan Ketua STAI Natuna. Dalam sambutannya Ketua STAI Natuna mengatakan bahwa kegiatan kuliah umum dan penandatangan MoU ini sudah lama di rencanakan tetapi karena sesuatu hal baru sekarang bisa dilaksanakan. Dan beliau mengatakan banyak terima kasih kepada bapak Muhammad Zain yang sudah berkenan hadir di Natuna untuk melakukan MoU terkait dengan penulisan buku Sejarah masuknya islam di Natuna yang nanti akan dilakukan penelitian-penelitian bukti sejarah peradaban islam di Natuna.

Kuliah Umum oleh Dr. Muhammad Zain, M.Ag.

Dr. Muhammad Zain M.Ag selaku LEKTUR Khazanah Kegamaan kementerian Agama RI mengatakan dalam sambutannya bahwa Natuna sangat jauh sekali dan itu sangat luar biasa sekali menurut saya. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa itu untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi kerena untuk zaman sekarang tidak susah lagi. Menurut beliau sekarang sudah banyak beasiswa-beasiswa yang bisa di ikuti oleh mahasiswa untuk melanjutkan kuliahnya oleh karena itu harus terus-menerus berusaha dan jangan menyerah untuk mencari ilmu karena menurut bapak Muhammad Zain untuk menciptakan suatu daerah yang golongan kelas menengah keatasnya lebih tinggi diperlukan sarjana-sarjana yang berkualitas.

Kemudian lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kegiatan khazanah keagamaan ini bertujuan untuk memperteguh keislaman di Indonesia oleh karena itu dilakukan kerjasama dengan Natuna karena Natuna ini memiliki sejarah keagamaan yang tinggi karena menurutnya sejarah Islam di Natuna ini merupakan sejarah Islam yang damai bukan Islam yang masuk karena perang. Dan beliau berharap bahwa penelitian yang akan dilakukan ini akan cepat dilaksanakan dan akan dicetak dan disebarluaskan. Jadi menurutnya Natuna ini penting bagi bangsa Indonesia karena untuk membentengi NKRI.(AZ)